27.10.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, pelihara intelek Anda agar tetap sibuk mengaduk pengetahuan, maka Anda akan terbebas dari segala kekhawatiran dan terus-menerus bahagia.

Pertanyaan:
Apa tanda dari anak-anak yang menyadari bahwa diri mereka adalah para pelayan api persembahan Shiva Baba?

Jawaban:
Mereka langsung menerima apa pun yang Shiva Baba katakan melalui bibir Brahma. Menerima apa pun yang dikatakan Shiva Baba berarti mengikuti shrimat. Hanya dengan mengikuti petunjuk Shri Shri Shiva Baba, Anda bisa menjadi luhur. Menjadi luhur berarti menjadi bagian dari rosario kemenangan.

Lagu:
Salam hormat kepada Shiva!

Om Shanti.
Tuhan Shiva berbicara kepada para saligram. Sang Ayah rohani menjelaskan kepada Anda, anak-anak rohani. Anda anak-anak sekarang mengerti, bahwa selagi duduk di sini, Anda harus menyadari diri sebagai jiwa. Tidak ada satu manusia pun di seluruh dunia ini yang menyadari dirinya sebagai jiwa. Mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan jiwa, jadi bagaimana mungkin mereka bisa mengenal Sang Jiwa Yang Maha Tinggi? Hanya dari Sang Ayah, Anda menerima penjelasan tentang apa sebenarnya jiwa itu. Karena manusia tidak memahami apa pun, mereka begitu tidak bahagia. Anda anak-anak tahu bahwa durasi drama, yaitu pohon kalpa dunia ini, adalah 5000 tahun. Seandainya benih mangga itu hidup, dia bisa menjelaskan bahwa dirinya adalah sebuah benih dan dengan cara demikian, pohon mangga akan tumbuh darinya. Akan tetapi, benih itu tidak hidup. Hanya ada satu pohon yang hidup. Anda telah menerima pengetahuan tentang keseluruhan pohon sejak permulaan sampai akhir. Anda memahaminya secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda lakukan. Sang Ayah berkata, “Sayalah Sang Benih pohon dunia manusia, Yang Maha Benar, Yang Maha Hidup, dan Yang Maha Bahagia (Sat-Chit-Anand). Saya disebut Sang Samudra Pengetahuan.” Inilah pujian Yang Esa, yang tanpa citra jasmani. Anda tahu bahwa pujian Sang Ayah itu unik. Manusia sama sekali tidak mengenal pujian Sang Ayah. Sekalipun Lakshmi dan Narayana adalah devi-devta, mereka juga tidak memiliki pengetahuan ini. Anda telah menerima pengetahuan tentang drama ini. Anda mengetahui bagaimana siklus dunia ini berputar dan bagaimana pengetahuan ini tidak akan tetap ada ketika Anda menjadi devi-devta. Ini luar biasa! Anda adalah aktor-aktor dalam drama ini, bukan? Anda memiliki pengetahuan tentang Sang Pencipta serta permulaan, pertengahan, dan akhir ciptaan. Klan shudra maupun klan devi-devta tidak memiliki pengetahuan ini. Bukan berarti bahwa pengetahuan ini berlanjut sejak zaman dahulu kala, seperti yang dikatakan orang-orang mengenai berbagai perayaan. Anda sekarang tahu bahwa tak seorang pun di zaman emas mengetahui tentang perayaan-perayaan ini. Di sana, Anda tidak akan mengingat apa pun. Di sana, Anda memerintah kerajaan. Gembok pada intelek Anda semua telah terbuka. Anda mengetahui tentang Sang Pencipta, Sutradara, dan Aktor Utama. Anda menerima pengetahuan yang sedemikian berharga! Mereka, yang tidak memahami pengetahuan ini, tidak bijak. Anda dahulu juga tidak bijak. Anda sekarang sedang menjadi devi-devta. Mereka, yang menerima tetesan-tetesan pengetahuan ini dalam intelek mereka, akan mengalami kebahagiaan tanpa batas. Tak seorang pun, kecuali Anda, yang mampu memahami pengetahuan ini. Tuhan, Sang Ayah, disebut Sang Penguasa Dunia Yang Mahakuasa, Yang Esa, yang berpengetahuan penuh. Pengetahuan apa yang Beliau miliki? Beliau memiliki pengetahuan tentang semua Weda, kitab suci, serta permulaan, pertengahan, dan akhir seluruh dunia. Bahkan dalam kitab-kitab suci, tidak ada pengetahuan tentang Sang Pencipta maupun ciptaan; itulah sebabnya, para rishi dan muni mengatakan bahwa mereka tidak mengenal Sang Pencipta maupun ciptaan Beliau. Ini hanya bisa dijelaskan oleh Yang Esa, jadi bagaimana mungkin ada orang lain yang bisa mengetahuinya? Tak seorang pun, kecuali Anda, anak-anak, yang bisa memberikan pengetahuan ini. Sang Ayahlah yang memberikannya kepada Anda. Beliau begitu agung dan berpengetahuan penuh! Anda menerima status yang sedemikian tinggi! Anda harus mengalami kebahagiaan penuh karena menjadi anak-anak Sang Ayah yang tak terbatas. Intelek Anda harus terisi dengan pengetahuan. Tidak ada apa pun yang tidak Anda ketahui. Anda sekarang sedang menjadi master berpengetahuan penuh. Jiwa yang telah menjadi tamopradhan akan berubah menjadi satopradhan dengan mengingat Sang Ayah. Ini berurutan: intelek beberapa orang di antara Anda akan berubah dari tamo ke rajo, sedangkan intelek beberapa yang lain akan berubah dari rajo ke sato. Pada saat ini, belum ada yang memiliki intelek satopradhan. Ketika intelek Anda menjadi satopradhan, Anda pasti mencapai tahapan karmateet Anda. Dunia baru kemudian akan diperlukan bagi Anda untuk menjalankan pemerintahan. Ketika api persembahan ini menjelang berakhir, persembahan seluruh dunia lama diserahkan ke dalamnya dan studi Anda pun berakhir, secara berurutan, sesuai dengan upaya yang Anda lakukan. Murid-murid di sekolah mengerti bahwa mereka akan lulus ujian, kemudian beralih ke kelas berikutnya. Ketika Anda mencapai tahapan karmateet Anda, Anda akan beralih dari daratan kematian ini ke daratan keabadian. Anda tahu bahwa Anda akan dipindahkan dari sini. Anda akan menjadi suci dan pergi ke daratan keabadian. Aslinya, kita dahulu adalah penghuni hunian kedamaian, kemudian selagi memainkan berbagai peran, kita beranjak dari daratan keabadian dan tiba di daratan kematian. Ketika Anda memiliki seluruh pengetahuan ini dalam intelek Anda, Anda akan senantiasa bahagia. Anda tidak akan memikirkan apa pun kecuali pengetahuan. Anda juga harus menjelaskan bahwa kita sekarang belajar dan akan menjadi master dunia baru. Di sini, hanya terdapat manusia yang tidak suci; tidak ada devi-devta. Siapa yang bisa mengubah Anda dari manusia biasa menjadi devi-devta? Hanya Sang Ayah yang mampu melakukan itu. Anda sekarang bisa menjelaskan bahwa surga dahulu benar-benar pernah ada, dan bahwa kerajaan Lakshmi dan Narayana ada di sana. Siapa yang mendirikannya? Sang Ayah, Sang Pencipta Surga. Beliaulah yang mendirikan surga, tempat devi-devta memerintah. Tidak ada agama lain di sana. Ini adalah sandiwara besar yang tak terbatas. Anda adalah jiwa-jiwa yang hidup. Anda tahu bahwa Sang Benih dari pohon ini ada di atas sana. Sang Ayah tak termusnahkan, dan Anda juga tak termusnahkan. Seluruh pohon sekarang telah mencapai tahapan lapuk total. Pada saat ini, semua manusia telah menjadi bagaikan duri. Ini adalah hutan duri; semua manusia menyebabkan kesengsaraan bagi satu sama lain. Sang Ayah adalah Sang Tukang Kebun. Beliau juga disebut Sang Tukang Perahu. Anda juga sedang mempelajari cara untuk mendayung perahu Anda. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda bagaimana perahu setiap jiwa bisa menyeberang. Perahu bukanlah badan. Perahu terdiri dari jiwa dan juga badan. Orang-orang bernyanyi, “Seberangkanlah perahu kami!” Sekarang, jiwa dan badan, keduanya tidak suci. Jadi, bagaimana Anda bisa menyeberang dan ke mana Anda bisa pergi? Anda sekarang memahami semua rahasia tentang alam jiwa, alam halus, dan dunia fisik, sejak zaman emas hingga zaman besi. Jadi, mengapa hal ini tidak melekat dalam intelek Anda? Mengapa Anda lupa? Jika ini terus-menerus menetes ke dalam intelek Anda, Anda pasti senantiasa bahagia dan terbebas dari segala kekhawatiran. Anda tahu bahwa Baba telah datang untuk membawa Anda pulang ke rumah. Sang Ayah sedang memberikan pengetahuan yang Beliau miliki kepada Anda. Ini adalah hal-hal yang sepenuhnya baru, yang tidak mampu dijelaskan kepada Anda oleh orang lain, kecuali Sang Ayah. Sang Ayah yang tanpa citra jasmani menjelaskan kepada Anda melalui yang berwujud jasmani. Anda juga mendengarkan melalui badan-badan Anda. Jadi, Sang Ayah menjadikan Anda anak-anak setara dengan diri Beliau. Apa pun pujian Sang Ayah, itu juga harus menjadi pujian Anda; tidak ada perbedaan. Sang Ayah berkata, “Satu-satunya perbedaannya adalah bahwa Saya tidak memasuki siklus kelahiran dan kematian seperti Anda. Anda menyebut Saya sebagai Sang Samudra Pengetahuan dan Sang Samudra Kebahagiaan. Oleh sebab itu, Saya pasti memberikan pengetahuan kepada Anda. Saya memberikannya kepada Anda setiap siklus.” Anda sekarang telah mengerti bahwa Anda benar-benar telah mengelilingi siklus 84 kelahiran, dan bahwa Anda kini telah mencapai akhirnya. Sang Ayah kemudian mengantarkan Anda ke urutan pertama. Ini pengetahuan, bukan? Pengetahuan adalah sumber pendapatan. Masing-masing jiwa mengakumulasi pendapatan sesuai dengan seberapa banyak dia belajar. Ini adalah pengetahuan sekaligus bisnis. Anda hanya memberikan sampah kepada Baba! Ketika seseorang wafat, keluarganya memberikan semua barang milik orang itu kepada seorang pendeta brahmana. Di sini, Anda harus memberikan segala sesuatu selagi hidup. Sesungguhnya, itu mengacu kepada masa kini. Sang Ayah berkata, “Apa pun yang Anda miliki, serahkanlah itu kepada Baba sebelum Anda mati, dan jadilah wali. Jika tidak, pada saat terakhir, Anda akan mengingat segala sesuatu yang Anda miliki.” Orang-orang kaya tidak akan mempelajari pengetahuan. Kekayaan mereka hanyalah untuk satu kelahiran. Mereka akan meninggalkan badan mereka. Mereka tidak tahu di mana mereka akan mengalami kelahiran mereka berikutnya sesuai dengan karma mereka. Anda tahu bahwa upaya apa pun yang Anda lakukan sekarang, Anda akan menerima imbalannya sesuai dengan itu. Pada saat ini, semua orang melakukan pelayanan fisik. Tak seorang pun tahu tentang pelayanan spiritual. Sang Jiwa Yang Maha Tinggi datang dan menjelaskan pengetahuan ini kepada Anda. Beliaulah Sang Samudra Kebahagiaan, Sang Penghapus Kesengsaraan, dan Sang Pemberkah Kebahagiaan. Orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva, tetapi hal ini tidak dipahami oleh intelek mereka. Intelek Anda sekarang mengerti bahwa Baba akan datang 5000 tahun lagi dan menyampaikan pengetahuan ini kepada Anda kembali. Pengetahuan ini tidak akan ada di zaman emas, jadi dari mana datangnya pengetahuan ini di zaman besi? Tidak ada seorang pun di dunia yang tahu, mengapa mereka membangun kuil-kuil untuk Lakshmi dan Narayana. Siapa devi-devta itu? Siapa yang memberi mereka kerajaan? Itu adalah buah dari perbuatan mereka. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan falsafah karma, karma netral, dan karma berdosa kepada Anda. Ini adalah perkataan luhur Tuhan. Melalui Gita, dharma devi-devta yang asli dan abadi didirikan. Di sana hanya terdapat sangat sedikit manusia, tetapi mereka semua benar-benar menerima mukti. Orang-orang bahkan telah menulis tentang Perang Mahabharata. Akan ada banyak malapetaka. Berbagai macam bencana alam juga akan terjadi. Dunia lama ini akan dihancurkan. Mereka menggunakan berbagai bom dan rudal yang sama, dan inilah waktu penghancuran yang sama, yaitu saat ketika Tuhan datang dan menciptakan api persembahan pengetahuan Rudra; melaluinya, kobaran api penghancuran menyala. Tuhan menciptakan api persembahan untuk kedamaian dan kebahagiaan. Akan tetapi, kesengsaraan dan ketidakdamaian pasti harus dilenyapkan. Seluruh dunia akan dipersembahkan ke dalam api persembahan pengetahuan Tuhan ini. Hal-hal ini dipahami oleh intelek Anda. Kita adalah Brahmana. Kita, para Brahmana, adalah pelayan-pelayan api persembahan Shiva Baba. Kitalah Brahmana sejati yang lahir melalui mulut lotus Brahma. Anda anak-anak harus menerima apa pun yang Sang Ayah sampaikan melalui bibir Brahma. Kita harus mengikuti shrimat. Anda juga tahu bahwa Anda akan menjadi luhur dan menjadi manik-manik rosario dengan mengikuti petunjuk Shri Shri Shiva Baba. Pohon silsilah terdiri dari manik-manik rosario. Pohon silsilah ini terus berkembang. Baba sendirilah yang menciptakan pohon silsilah ini. Inilah pohon silsilah; di puncaknya, ada Shiva Baba yang tanpa citra jasmani, kemudian ada jiwa-jiwa. Pohon silsilah jiwa-jiwa yang tanpa citra jasmani ini kemudian menjadi berwujud jasmani: yang nomor satu adalah Prajapita. Ini bersifat fisik, sedangkan itu bersifat halus. Sang Ayah rohani datang dan menciptakannya melalui Prajapita Brahma. Anda berkata, “Datanglah dan sucikanlah dunia yang tidak suci ini.” Penghancuran total tidak pernah terjadi; sejarah dan geografi dunia berulang. Dunia lama kemudian menjadi baru kembali. Anda sekarang sedang berupaya demi dunia baru. Hanya Sang Ayah yang tak terbataslah yang memberikan pengetahuan yang tak terbatas ini kepada Anda. Bahkan selagi memiliki warisan yang terbatas, Anda mengingat Sang Ayah yang tak terbatas. Orang-orang berkata, “Wahai, Tuhan!” Ketika seseorang sedang menjelang ajal, dia diberi tahu untuk mengingat Tuhan, Sang Ayah. Jadi, ini membuktikan bahwa ada dua ayah. Semua jiwa bersaudara. Jiwa-jiwalah yang memanggil-manggil, “Wahai, Sang Penghapus Kesengsaraan, Sang Pemberkah Kebahagiaan! Wahai, Sang Pembebas, datanglah! Pandulah kami pulang ke rumah.” Kita mengingat rumah kita, tetapi tidak mampu pulang ke sana karena Maya telah mematahkan sayap-sayap kita. Tak seorang pun bisa pulang ke rumah. Anda masing-masing sekarang harus menyalakan cahaya Anda sendiri. Minyak akan dituangkan ke dalam pelita ketika Anda mengingat Sang Ayah. Cahaya itu tidak bisa sepenuhnya padam. Ketika ada yang wafat, orang-orang menyalakan pelita; mereka menugaskan seseorang untuk secara khusus menuangkan minyak ke dalam pelita itu dari waktu ke waktu. Jika tidak, akan terjadi kegelapan. Anda sekarang harus menuangkan minyak dengan kekuatan yoga sehingga keadaan berubah dari kegelapan ekstrem menjadi penuh cahaya; itulah Deepmala. Deepmala akan terjadi di zaman emas, bukan di sini. Anda telah memahami makna penting dari semua perayaan yang diperingati orang. Mereka sama sekali tidak memahami apa pun. Meskipun demikian, Anda sudah menerima penjelasan bahwa perayaan Rakhi dan sebagainya ditujukan untuk memelihara kesucian. Anda harus menyuntikkan pengetahuan kepada orang lain dengan sangat bijaksana, sehingga mereka bisa menyadari bahwa mereka benar-benar merosot dan bahwa hanya Sang Ayah yang mampu menjadikan mereka luhur. Sang Ayah berkata, “Manmanabhawa,” dan Anda pun berubah dari tamopradhan menjadi satopradhan. Anda harus melepaskan anak panah dengan bijaksana. Anda memerlukan kekuatan itu agar bisa berbicara. Anda sekarang sedang menerima kekuatan dari Sang Ayah Yang Mahakuasa, dan menaklukkan Maya, karena hanya dengan demikian, Anda bisa menerima keberuntungan kerajaan. Tak seorang pun, kecuali Sang Ayah, mampu membantu Anda meraihnya. Beliau berkata, “Anak-anak, lihatlah, seperti apa Saya menjadikan Anda, dan seperti apa Anda sebelumnya!” Anda benar-benar harus terus-menerus mengingat Sang Ayah yang sedemikian rupa, sehingga dosa-dosa Anda bisa terhapus. Sang Ayah berkata, “Teruslah mengingat Saya saja, maka pikiran terakhir Anda akan menuntun Anda ke destinasi Anda.” Anda menjadi apa pun yang Anda pikirkan. Oleh sebab itu, Sang Ayah berkata, “Dengan mengingat Saya, Anda juga akan menjadi sedemikian rupa.” Dengan mengingat Baba, dosa-dosa Anda akan terhapus dan Anda bisa pulang ke rumah. Pengetahuan ini adalah sumber pendapatan Anda. Ketika Anda memiliki kesehatan dan kekayaan, Anda juga memiliki kebahagiaan. Di sana, usia Anda akan sedemikian panjang. Krishna tidak bisa disebut “Yogeshwara”. Andalah yogeshwara. Ishwara (Tuhan) sedang mengajarkan yoga kepada Anda. Inilah Raja Yoga. Anda beryoga dan meraih keberuntungan kerajaan Anda. Tuhan mengajari Anda beryoga dan memberi Anda warisan kerajaan. Siapa yang dahulu memberi Anda kerajaan itu? Sang Ayah. Baba berkata, “Ingatlah Alpha.” Ingatlah Sang Ayah dan warisan Anda, maka dosa-dosa Anda akan terus terhapus. Ini sangat mudah. Anda memiliki begitu banyak pengetahuan dalam intelek Anda. Anak-anak dari Tuhan (God) adalah master gods. Anda tidak bisa hanya duduk di sini bersama Sang Ayah; Anda harus memainkan peran Anda. Anda harus menjadi berkesadaran jiwa selagi melakukannya. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Teruslah mengaduk pengetahuan yang Sang Ayah berikan kepada Anda. Teruslah berbicara dengan bijaksana kepada orang lain. Jelaskanlah dengan penuh cinta kasih.

2. Serahkanlah segala sesuatu yang Anda miliki kepada Sang Ayah selagi Anda hidup. Jadilah wali dan ingatlah Sang Ayah Yang Esa.

Berkah:
Semoga Anda menjadi perwujudan dharna yang mempersembahkan kesadaran "Saya" dari kesadaran badan ke dalam api persembahan ini.

Ketika tidak ada lagi kesadaran akan "Saya" dalam pikiran atau mimpi Anda, ketika Anda memiliki kesadaran sebagai jiwa yang abadi, ketika lantunan tanpa suara "Baba, Baba" terus muncul, maka Anda dapat dikatakan sebagai perwujudan dharna, seorang Brahmana sejati. Ketika Anda, para Brahmana, mempersembahkan kesadaran akan "Saya"—yaitu sifat lama dan sanskara duniawi Anda—ke dalam api persembahan agung ini, maka dunia lama ini pun akan turut dipersembahkan. Jadi, sama seperti Anda menjadi instrumen untuk menciptakan api persembahan ini, lakukanlah pula persembahan terakhir ini dan jadilah instrumen bagi penyelesaian.

Slogan:
Mengklaim sertifikat kepuasan dari diri sendiri, dari pelayanan, dan dari semua orang berarti menjadi perwujudan kesuksesan.

Sinyal Avyakt: Tumbuhkan Semangat untuk Mengangkat Jiwa Lain dan Angkatlah Juga Mereka yang Telah Menghina serta Mencemarkan Nama Baik Anda

Jiwa yang akan mencapai tujuan tertinggi dari kehidupan yogi akan mentransformasi fitnah menjadi pujian, penolakan menjadi swamaan, penghinaan menjadi kepercayaan diri, serta pencemaran nama baik menjadi pengangkatan diri, dan senantiasa menjadi kemenangan. Jiwa seperti itu akan setara dengan Sang Ayah, menjadi salah satu dari delapan permata, dan sosok devi-devta istimewa bagi para pemuja. Janganlah memiliki perasaan menunggu orang lain berubah sedikit barulah Anda ikut berubah; itu adalah perasaan ingin menerima. Sebaliknya, Anda harus memancarkan vibrasi, penuh belas kasih, serta memberikan kerja sama berupa kebajikan ilahi dan kekuatan. Jadilah master pemberkah dalam hal ini; milikilah hati dermawan.