28.08.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, Anda mengetahui rahasia drama yang tersamar, tentang bagaimana zaman
peralihan ini merupakan zaman menaik; selanjutnya, derajat terus menurun sejak
zaman emas.
Pertanyaan:
Apa pelayanan
yang terluhur dan siapa yang mampu melakukan pelayanan itu?
Jawaban:
Pelayanan
terluhur adalah mengubah Bharata menjadi surga, mengubah pengemis menjadi
pangeran, dan mengubah mereka yang tidak suci menjadi suci. Tak seorang pun
selain Sang Ayah yang mampu melakukan pelayanan ini. Karena Sang Ayah melakukan
pelayanan yang sedemikian luhur, maka anak-anak menjunjung tinggi kehormatan
Beliau. Pertama-tama, Anda membangun Kuil Somnath untuk Beliau dan memuja Beliau.
Lagu:
Akhirnya,
hari yang kita nanti-nantikan telah tiba.
Om Shanti.
Anda,
anak-anak rohani yang termanis, mendengar lagu itu. Jiwa-jiwa tersamar,
sedangkan badan-badan kasat mata. Jadi, jiwa tidak bisa dilihat dengan mata
fisik; jiwa bersifat tersamar. Jiwa benar-benar ada, tetapi terbungkus oleh
badan. Inilah sebabnya jiwa disebut tersamar. Sang jiwa sendiri berkata, “Saya
tanpa citra jasmani. Saya telah datang kemari ke dalam wujud jasmani dan menjadi
tersamar.” Alam jiwa adalah dunia jiwa-jiwa. Di sana tidak ada yang tersamar.
Bahkan Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita
Paramatma) tinggal di sana. Beliau disebut Sang Jiwa Yang Tertinggi, Yang Maha
Tinggi. Yang Esa, yang tinggal di luar dunia ini, adalah Sang Ayah Yang Maha
Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma). Sang Ayah berkata,
“Sebagaimana Anda tersamar, Saya juga harus turun kemari secara tersamar. Saya
tidak memasuki penjara rahim. Nama Saya selamanya hanya Shiva. Ketika Saya
memasuki orang ini, nama Saya tidak berubah. Nama badan dari jiwa inilah yang
berubah. Saya selalu disebut Shiva, Sang Ayah dari semua jiwa. Anda, jiwa-jiwa,
bersifat tersamar dalam badan-badan Anda. Anda melakukan perbuatan melalui badan
Anda. Saya juga tersamar. Anda anak-anak sekarang sedang menerima pengetahuan
tentang bagaimana sang jiwa terbungkus oleh badan. Jiwa bersifat tersamar
sedangkan badan tidak tersamar. Saya juga tak berbadan.” Sang Ayah yang tersamar
sedang berbicara melalui badan ini. Anda juga tersamar dan sedang mendengarkan
melalui badan Anda. Anda tahu bahwa Baba telah datang. Sang Ayah datang untuk
mengubah Bharata dari miskin menjadi kaya kembali. Anda tentu mengatakan bahwa
Bharata ini miskin. Semua orang mengetahuinya, tetapi tak seorang pun mengetahui
kapan atau bagaimana kayanya Bharata dahulu. Anda anak-anak sangat
terintoksikasi tentang betapa kaya raya Bharata dahulu. Tidak ada penderitaan
pada masa itu. Tidak ada agama lain di zaman emas. Tak seorang pun mengetahui
bahwa dahulu hanya ada agama devi-devta yang asli dan abadi. Tak seorang pun
mengetahui sejarah dan geografi dunia. Anda sekarang sangat paham bahwa Bharata
dahulu kaya raya dan sekarang sudah menjadi begitu miskin. Sang Ayah sekarang
telah datang untuk menjadikannya kaya kembali. Bharata dahulu sangat kaya di
zaman emas, di masa kerajaan devi-devta. Ke mana perginya kerajaan itu? Tak
seorang pun mengetahuinya. Bahkan para rishi dan muni pun mengatakan bahwa
mereka tidak mengenal Sang Pencipta maupun ciptaan. Sang Ayah berkata,
“Devi-devta di zaman emas tidak mengenal Sang Pencipta maupun ciptaan. Mereka
tidak mengetahui tentang permulaan, pertengahan, dan akhir. Seandainya mereka
memiliki pengetahuan tentang bagaimana mereka harus menuruni tangga dan memasuki
kedalaman neraka, mereka tidak akan menikmati kebahagiaan kerajaan; mereka pasti
khawatir.” Anda sekarang memikirkan tentang cara untuk berubah dari tamopradhan
menjadi satopradhan. Anda juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana kita
jiwa-jiwa dahulu tinggal di alam jiwa dan bagaimana kita kemudian pergi ke
daratan kebahagiaan. Kita sekarang berada dalam tahapan menaik. Inilah tangga 84
kelahiran. Anda juga tahu apa yang terjadi di antaranya. Tidak semua jiwa bisa
pergi ke zaman emas. Sesuai dengan drama, semua aktor akan datang secara
berurutan serta melakonkan peran mereka sendiri pada waktunya masing-masing.
Anda anak-anak sekarang tahu siapa Tuhan Bagi Yang Miskin. Dunia tidak
mengetahuinya. Anda juga telah mendengar dalam lagu itu bahwa akhirnya, hari
yang kita nanti-nantikan telah tiba. Semua itu adalah pemujaan. Anda juga tahu
kapan Tuhan datang dan membebaskan Anda dari jalan pemujaan serta membawa Anda
ke dalam keselamatan. Tidak ada manusia yang mengetahui apa yang dimaksud dengan
kerajaan Rama dan apa yang dimaksud dengan kerajaan Rahwana. Anda anak-anak
sekarang mengerti bahwa Baba telah datang sekali lagi ke dalam badan ini.
Orang-orang merayakan hari kelahiran Shiva. Jadi, Shiva pasti datang. Beliau
tidak mengatakan bahwa diri Beliau memasuki badan Krishna. Sang Ayah berkata,
“Jiwa Krishna telah mengalami 84 kelahiran. Jiwa yang dahulu nomor satu sekarang
ada di sini, pada akhirnya, dan hal yang sama juga berlaku bagi Anda. Saya
memasuki badan orang biasa. Saya datang dan memberi tahu Anda bagaimana Anda
mengalami 84 kelahiran.” Pada saat ini, tak seorang pun menyadari bahwa dirinya
berasal dari agama devi-devta, karena orang-orang telah menempatkan zaman emas
sangat jauh. Mereka telah menulis bahwa durasi siklus berlangsung ratusan ribu
tahun. Sesungguhnya, sejarah drama ini sangat singkat. Beberapa agama memiliki
sejarah 500 tahun dan yang lain memiliki sejarah 2500 tahun. Sejarah Anda adalah
5000 tahun. Mereka yang berasal dari agama devi-devta akan pergi ke surga,
sedangkan mereka yang berasal dari agama-agama lain akan datang belakangan.
Mereka yang dahulu berasal dari agama devi-devta telah dialihkan ke agama-agama
lain. Sesuai dengan drama, mereka akan beralih kembali dengan cara yang sama dan
berbalik ke agama mereka sendiri. Sang Ayah menjelaskan kepada Anda anak-anak
bahwa Anda dahulu adalah master dunia. Anda sekarang paham bahwa Baba adalah
Yang Esa, yang mendirikan surga, jadi kita pasti akan berada di surga. Kita
pasti akan mengklaim warisan dari Sang Ayah. Ketika seseorang berkata demikian,
ini membuktikan bahwa dia berasal dari agama ini. Mereka yang bukan berasal dari
agama ini tidak akan datang. Mereka akan berkata, “Untuk apa kami memeluk agama
yang bukan milik kami?” Anda anak-anak mengerti bahwa Anda dahulu adalah
devi-devta di dunia baru zaman emas dan di sana Anda mengalami banyak
kebahagiaan. Ada istana-istana dari emas. Ada begitu banyak emas di Kuil Somnath.
Tidak ada kuil lain seperti kuil itu. Ada begitu banyak berlian dan permata di
dalamnya. Orang-orang Buddha dan lain-lain tidak memiliki istana-istana
bertatahkan berlian dan permata. Anda benar-benar menjunjung tinggi Sang Ayah
yang menjadikan Anda anak-anak sedemikian luhur. Penghormatan diberikan kepada
mereka yang telah berbuat baik kemudian pergi. Anda sekarang mengerti bahwa Sang
Ayah, Sang Penyuci, telah datang dan kemudian pergi, setelah Beliau
menyelesaikan mahakarya yang terbaik. Anda jiwa-jiwa mengatakan bahwa Sang Ayah
yang tak terbatas datang dan melakukan pelayanan yang terluhur. Beliau mengubah
kita dari miskin menjadi raja, dari pengemis menjadi pangeran. Tidak ada orang
lain yang menjunjung tinggi Yang Esa, yang mengubah Bharata menjadi surga. Anda
tahu bahwa kuil tertinggi yang diingat orang adalah Kuil Somnath, yang kemudian
dijarah. Tak seorang pun pernah menjarah kuil-kuil Lakshmi dan Narayana. Kuil
Somnath dijarah. Mereka dahulu kaya raya di jalan pemujaan. Raja-raja juga
berurutan. Mereka yang berstatus lebih rendah menghormati mereka yang berstatus
lebih tinggi. Mereka duduk secara berurutan dalam persidangan. Baba
berpengalaman. Sidang-sidang yang digelar di sini adalah sidang raja-raja yang
tidak suci. Seperti apa nantinya sidang raja-raja yang suci? Karena mereka
memiliki kekayaan yang begitu berlimpah, rumah-rumah mereka pasti sangat indah.
Anda sekarang tahu bahwa Baba sedang mengajar Anda dan melaksanakan pendirian
surga. Kita menjadi maharani dan maharaja surga, kemudian kita mengalami
kejatuhan. Kitalah jiwa-jiwa yang menjadi pemuja pertama Shiva Baba. Kita akan
memuja Yang Esa, yang menjadikan kita master surga. Beliau menjadikan kita
sangat kaya raya. Bharata sekarang begitu miskin. Sebelumnya, Bharata tidak
semiskin sekarang. Orang-orang dahulu hidup sangat bahagia. Sekarang, sebidang
tanah yang dahulu bisa dibeli seharga 500 rupee tidak lagi bisa dibeli bahkan
dengan uang 5000 rupee. Di sana, tanah tidak memiliki nilai karena semua orang
bisa mengambil tanah seluas yang diinginkannya. Ada begitu banyak tanah yang
menganggur di mana-mana. Istana-istana Anda akan didirikan di tepi sungai yang
manis. Hanya akan terdapat sangat sedikit orang di sana. Alam akan melayani Anda
dan Anda akan menemukan bunga-bunga dan buah-buahan yang sangat indah. Anda
sekarang begitu keras mengeluarkan upaya. Akan tetapi, ketika terjadi kemarau
panjang, Anda bahkan tidak memiliki cukup makanan. Anda seharusnya merinding
saat mendengar lagu ini. Sang Ayah disebut sebagai Tuhan Bagi Yang Miskin. Anda
sekarang memahami maknanya. Siapa yang dijadikan Beliau kaya? Pastilah mereka
yang datang kemari. Anda anak-anak tahu bahwa Anda membutuhkan waktu 5000 tahun
untuk berubah dari suci menjadi tidak suci. Baba sekarang langsung mengubah Anda
dari tidak suci menjadi suci. Beliau menjadikan Anda paling luhur. Anda menerima
jeevan mukti dalam sedetik. Anda berkata, “Baba, saya milik-Mu.” Sang Ayah
berkata, “Anak-anak, Anda adalah master dunia.” Seorang anak laki-laki menjadi
ahli waris begitu dia dilahirkan. Orang tuanya begitu bahagia. Akan tetapi,
begitu mereka mengetahui bahwa anak yang dilahirkan itu perempuan, wajah mereka
memucat. Di sini, Anda semua, jiwa-jiwa, adalah anak laki-laki. Anda menjadi
master surga. Anda sekarang tahu bahwa 5000 tahun yang lalu, Anda adalah master
surga. Baba telah menjadikan Anda sedemikian rupa. Orang-orang merayakan hari
kelahiran Shiva, tetapi mereka tidak tahu kapan Beliau datang. Mereka tidak tahu
kapan ada kerajaan Lakshmi dan Narayana. Sesungguhnya, populasi Bharata
seharusnya yang paling besar. Daratan Bharata juga semestinya yang paling luas.
Seandainya durasi siklus berlangsung ratusan ribu tahun, pasti diperlukan sangat
banyak tanah. Bahkan tanah di seluruh dunia pun tidak akan mencukupi. Akan ada
begitu banyak manusia yang dilahirkan dalam ratusan ribu tahun; jumlah mereka
akan tak terhitung banyaknya. Sekarang, tidak ada manusia sebanyak itu. Sang
Ayah duduk di sini dan menjelaskan semua hal ini kepada Anda. Ketika orang-orang
mendengar hal-hal ini, mereka mengatakan bahwa mereka belum pernah mendengarnya
sebelumnya atau membacanya dalam kitab suci, dan bahwa ini adalah hal-hal yang
luar biasa. Anda anak-anak sekarang memiliki pengetahuan tentang seluruh siklus
dalam intelek Anda. Jiwa ini sekarang merupakan jiwa yang tidak suci pada akhir
banyak kelahirannya. Jiwa yang dahulu satopradhan sekarang telah menjadi
tamopradhan dan harus menjadi satopradhan kembali. Anda jiwa-jiwa sekarang
diberi ajaran-ajaran ini. Jiwa-jiwa mendengarkan melalui badan-badan mereka, dan
karena mendengarkan melaluinya, badan-badan mereka pun menari. Kita, jiwa-jiwa,
benar-benar telah mengalami 84 kelahiran. Kita pasti telah memiliki 84 pasang
orang tua; ada perhitungannya. Intelek Anda mengerti bahwa Anda mengalami 84
kelahiran dan bahwa ada jiwa-jiwa yang mengalami jumlah kelahiran lebih sedikit.
Ada perhitungan minimal dan maksimal. Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan
kepada Anda tentang segala hal yang telah dituliskan orang dalam kitab suci,
“Setidak-tidaknya, tentang Anda, mereka berkata bahwa Anda mengalami 8,4 juta
kelahiran. Namun, tentang Saya, mereka berkata bahwa Saya mengalami kelahiran
yang tak terhitung jumlahnya, bahwa jumlah kelahiran Saya tanpa batas. Mereka
berkata bahwa Saya berada dalam setiap partikel, atau bahwa ke mana pun mereka
memandang, mereka hanya melihat Krishna.” Di Mathura dan Vrindavan, mereka
berkata bahwa Krishna berada di mana-mana. Mereka yang percaya kepada Radhe
mengatakan bahwa mereka hanya melihat Radhe di mana-mana. Mereka menyebut diri
sebagai Radhaswami. Krishnaswami berbeda. Mereka percaya kepada Radhe. Ke mana
pun mereka memandang, mereka hanya melihat Radhe: “Engkau adalah Radhe dan saya
juga Radhe.” Sang Ayah duduk di sini dan menjelaskan, “Saya benar-benar Tuhan
Bagi Yang Miskin. Bharata dahulu adalah yang paling kaya. Sekarang, Bharata
menjadi yang paling miskin. Inilah sebabnya, Saya harus datang di Bharata.”
Drama ini sudah ditakdirkan. Tidak bisa terdapat sedikit pun perbedaan di
dalamnya. Ini adalah drama yang sedemikian besar. Drama yang telah direkam akan
berulang sama persis. Anda harus tahu tentang drama. Drama berarti drama!
Drama-drama fisik itu terbatas, sedangkan ini adalah drama yang tak terbatas.
Tak seorang pun mengetahui tentang permulaan, pertengahan, atau akhirnya. Mereka
hanya percaya bahwa Tuhan yang tanpa citra jasmani, bukan Krishna, adalah Tuhan
Bagi Yang Miskin. Krishna menjadi pangeran zaman emas yang kaya raya. Tuhan
tidak memiliki badan Beliau sendiri. Beliau datang dan menjadikan Anda kaya raya.
Beliau memberi Anda ajaran Raja Yoga. Orang-orang itu menjadi pengacara dan
sebagainya melalui studi, kemudian mereka memperoleh penghasilan. Sang Ayah
sekarang sedang mengajar Anda. Dari manusia biasa, Anda menjadi Narayana di masa
depan. Anda benar-benar mengalami kelahiran. Bukan berarti bahwa surga muncul
dari dasar samudra. Krishna juga mengalami kelahiran. Daratan Kansa, si iblis,
tidak ada pada masa itu. Nama Krishna begitu banyak dipuji. Nama ayah Krishna
tidak disebutkan. Di mana ayahnya? Krishna pastilah putra seorang raja. Dia
pasti lahir sebagai putra raja agung. Akan tetapi, karena raja itu masih tidak
suci, namanya tidak begitu banyak disebutkan. Pada saat Krishna lahir, hanya ada
sedikit manusia yang tidak suci. Ketika mereka (manusia yang tidak suci) sudah
sama sekali tidak ada lagi, barulah Krishna naik takhta. Dia mengklaim
kerajaannya, kemudian era pemerintahannya dimulai. Era itu dimulai dengan
Lakshmi dan Narayana. Anda menuliskan perhitungan lengkapnya. Kerajaan orang ini
berlangsung sekian lama, kemudian kerajaan orang itu berlangsung sekian lama.
Orang-orang bisa memahami dari perhitungan ini bahwa durasi siklus tidak mungkin
lebih lama dari itu. Ada perhitungan lengkap 5000 tahun. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Selagi
mengingat pengetahuan tentang Sang Pencipta dan ciptaan dalam intelek Anda,
berupayalah untuk menjadi satopradhan. Milikilah satu kepedulian saja, yaitu
untuk benar-benar menjadi satopradhan.
2. Ingatlah drama
yang tak terbatas ini dalam intelek Anda dan pelihara kebahagiaan tanpa batas.
Agar bisa meraih kehormatan yang setara dengan Sang Ayah, lakukanlah pelayanan
untuk mengubah mereka yang tidak suci menjadi suci.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi perwujudan dari pencapaian dan mengalami semua kekuatan dengan
senantiasa menyadari bahwa Anda memiliki semua hak tersebut.
Jika intelek Anda
senantiasa terhubung dengan Sang Ayah Yang Esa, Anda menerima warisan semua
kekuatan sebagai hak Anda. Mereka yang melakukan setiap perbuatan dengan
menyadari memiliki semua hak tidak perlu mengatakan atau meminta apa pun.
Kesadaran memiliki semua hak memberikan Anda pengalaman dalam memperoleh semua
kekuatan. Jadi, milikilah intoksikasi bahwa semua kekuatan itu adalah hak lahir
Anda. Teruslah melangkah sebagai sosok yang memiliki semua hak, maka segala
bentuk ketergantungan pun akan berakhir.
Slogan:
Selain
menjadikan diri Anda suci, menjadikan unsur alam suci juga berarti terbebas
sepenuhnya dari keterikatan.
Sinyal Avyakt:
Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)
Jika disiplin
kesucian Anda kuat, Anda bisa terbebas dari keterikatan, iri hati, dan kemarahan.
Jangan pula membiarkan rasa kesal muncul. Jangan memiliki keterikatan pada hasil
apa pun—seperti mengharapkan bahwa sesuatu haruslah terjadi. Jika seseorang
berbicara dengan sikap egois atau karena iri hati dan keinginannya tidak
terpenuhi, maka akan timbul kemarahan. Oleh karena itu, perkuatlah pilar
kesucian Anda, dan pilar tersebut akan berfungsi layaknya mercusuar.