29.08.26       Morning Indonesian Murli        Om Shanti      BapDada       Madhuban


Intisari:
Anak-anak yang manis, tetaplah bertoleransi dalam segala situasi. Pelihara keseimbangan mental dalam pujian dan penghinaan, dalam kemenangan dan kekalahan. Jangan memercayai hal-hal yang Anda dengar dari orang lain.

Pertanyaan:
Apa cara yang mudah bagi jiwa-jiwa untuk membuat kemajuan konstan dalam tahapan naik?

Jawaban:
Dengarkanlah Sang Ayah Yang Esa saja, jangan mendengarkan siapa pun yang lain. Jangan menyia-nyiakan waktu Anda dalam perbincangan yang tak diperlukan dan pemikiran yang tak berguna mengenai orang lain, maka Anda akan terus-menerus berada dalam tahapan naik. Ketika mendengarkan dan memercayai hal-hal yang salah, bahkan anak-anak yang bagus pun jatuh. Inilah sebabnya, Anda harus sangat berhati-hati.

Om Shanti.
Anda, anak-anak yang termanis, sekarang menyadari bahwa Anda benar-benar telah mengingat Sang Ayah selama setengah siklus, sejak kerajaan Rahwana dimulai. Bukan berarti bahwa Anda terus mengingat Beliau sepanjang setengah siklus. Bukan begitu. Anda hanya mengingat Beliau pada saat Anda mengalami banyak penderitaan. Sekarang, Anda tahu bahwa Anda terus menurun di jalan pemujaan. Anda memahami rahasia drama dalam intelek Anda. Tidak perlu mengatakan apa pun. Kita sekarang adalah milik Beliau, oleh sebab itu, tidak diperlukan banyak pengetahuan. Sekarang, karena Anda menjadi milik Sang Ayah, Anda telah menjadi master atas properti Beliau. Ini tidak ada hubungannya dengan organ fisik. Di jalan pemujaan, orang membuat begitu banyak api persembahan, melakukan begitu banyak tapasya, memberikan donasi, dan melakukan amal agar bisa menemukan Tuhan. Ke mana pun Anda pergi, ada begitu banyak tempat perziarahan dan kuil. Tidak ada orang di mana pun yang sanggup berkeliling ke seluruh Bharata untuk mengunjungi seluruh tempat perziarahan dan semua kuil. Andaikata seseorang bisa berkeliling ke mana-mana, dia tidak akan mencapai apa pun. Di sana, ada begitu banyak kebisingan dari bunyi lonceng dan suara gaduh di semua tempat. Di sini, tidak ada kegaduhan. Di sini, tidak ada hubungannya dengan menyanyikan lagu atau bertepuk tangan. Lihatlah apa yang dilakukan orang! Ada begitu banyak ritual. Di sini, Anda anak-anak hanya perlu mengingat Sang Ayah dan tidak melakukan hal lain. Selagi tinggal di rumah dan terus melakukan segala sesuatu, ingatlah Sang Ayah saja. Anda tahu bahwa Anda sekarang sedang menjadi devi-devta. Kebajikan ilahi harus diresapkan di sini. Makanan dan minuman Anda juga harus suci. Anda akan menerima 36 jenis makanan di sana. Di sini, Anda harus hidup sederhana, tidak terlalu mewah dan tidak terlalu biasa. Tetaplah toleran dalam segala situasi. Semuanya harus ditoleransi: pujian dan penghinaan, kemenangan dan kekalahan, panas dan dingin. Akan tiba waktunya ketika Anda tidak bisa menemukan air, Anda tidak bisa mendapatkan ini atau itu. Bahkan, matahari pun akan bersinar sedemikian terik. Segala sesuatu menjadi tamopradhan. Dunia ini tamopradhan. Bahkan unsur-unsur alam pun tamopradhan, sehingga mengakibatkan penderitaan. Jangan terperangkap dalam pujian dan penghinaan. Ada banyak orang yang begitu cepat merasa kesal. Kadang, ada yang memberitahukan hal-hal yang salah mengenai orang lain, karena dewasa ini ada begitu banyak cerita yang dikarang orang. Bahkan, seseorang bisa berkata kepada yang lain, “Baba mengatakan bahwa Anda berkesadaran badan dan banyak pamer.” Orang itu akan naik darah; dia bahkan tidak akan bisa tidur. Manusia pada paruh siklus terakhir ini memang sedemikian rupa, sehingga mereka bisa dengan sangat cepat membuat orang lain naik darah atau pucat pasi. Sang Ayah berkata, “Jangan mendengarkan hal-hal tak berguna semacam itu.” Sang Ayah tidak pernah menghina siapa pun. Beliau sekadar memberi tahu Anda agar Anda menjadi paham. Dengan saling memberitahukan hal-hal yang salah kepada satu sama lain, bahkan anak-anak yang bagus pun menjadi rusak; mereka kemudian menjadi pengkhianat dan menyebarluaskan pembicaraan yang tak diperlukan. Lihatlah semua kisah yang telah dikarang orang di jalan pemujaan. Anda sekarang sudah menerima pengetahuan, sehingga Anda tidak lagi mengatakan, “Wahai, Rama!” atau “Wahai, Tuhan!” Ungkapan-ungkapan itu berasal dari jalan pemujaan. Jangan biarkan kata-kata semacam itu terucap dari bibir Anda. Sang Ayah hanya berkata, “Anak-anak yang manis dan terkasih, jadilah berkesadaran jiwa!” Beliau menjelaskan dengan begitu banyak cinta kasih. Jangan mendengarkan siapa pun yang lain. Jangan menyimpan pemikiran tak berguna mengenai orang lain. Teguhkanlah satu hal saja: “Saya adalah jiwa.” Jiwa-jiwa tak termusnahkan, sedangkan badan bisa musnah. Jiwa-jiwalah yang meresapkan sanskara. Anda anak-anak sekarang harus menjadi berkesadaran jiwa. Sejak zaman perunggu, Anda telah berkesadaran badan di kerajaan Rahwana. Inilah sebabnya, diperlukan banyak upaya untuk berkesadaran jiwa. Intelek Anda harus berulang kali menyadari bahwa Anda telah menemukan Sang Ayah yang tak terbatas. Sang Ayah memberi Anda warisan setiap siklus. Anda sekarang harus mengikuti petunjuk Beliau. Beliau dipuji: “Engkaulah Sang Ibu dan Sang Ayah.” Beliau memberi kita kebahagiaan semua relasi. Beliau memiliki manisnya semua relasi. Semua sahabat dan kerabat yang lain hanya mendatangkan penderitaan bagi Anda. Hanya Sang Ayah yang memberikan kebahagiaan kepada semua jiwa. Jalan yang Beliau tunjukkan sangat mudah: “Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Saya, Ayah Anda.” Beliau menjelaskan, “Ini bukan hal baru.” Anda tahu bahwa Anda datang kepada Sang Ayah yang sedemikian rupa setiap 5000 tahun. Beliau bukan sadhu atau orang suci. Anda tidak tinggal bersama sadhu atau orang suci. Sebaliknya, Sang Ayah berkata, “Penuhilah tanggung jawab rumah tangga Anda, karena jika tidak, akan timbul konflik yang lebih besar.” Teruslah berinteraksi dengan bijaksana. Jelaskanlah kepada semua orang dengan cinta kasih, “Lihatlah, waktu penghancuran sekarang sudah dekat. Dunia yang bersifat iblis ini akan dihancurkan. Anda sekarang harus menjadi devi-devta. Resapkanlah kebajikan ilahi di sini.” Jelaskanlah dengan penuh cinta kasih. Devi-devta tidak makan bawang-bawangan. Kita sedang berubah dari manusia menjadi devi-devta, jadi bagaimana mungkin kita bisa memakan itu? Anda dinasihati untuk tidak menggunakannya. Kita tidak memakan hal-hal semacam itu. Anda sekarang telah menemukan Sang Ayah yang tak terbatas, yang mengajarkan kebajikan ilahi kepada Anda, jadi di sinilah Anda harus menjadi penuh dengan semua kebajikan ilahi. Jika Anda menjadi sedemikian rupa di sini, maka dunia baru masa depan akan terwujud. Ini seperti datangnya malam setelah siang dan datangnya siang setelah malam. Berhubung sekarang adalah penghujung malam, maka kebajikan ilahi harus diresapkan, sehingga siang bisa datang. Anda masing-masing harus memeriksa diri sendiri. Jangan beranggapan bahwa bagaimanapun juga, Sang Ayah mengetahui segala sesuatu. Anda harus memeriksa diri sendiri. Seorang murid tidak akan berkata bahwa pengajarnya mengetahui segala sesuatu tentang dirinya. Ketika hari ujian semakin mendekat, murid-murid mengerti hingga sejauh mana mereka bisa lulus dan dalam mata pelajaran apa mereka masih agak lemah. Anda mengklaim nilai lebih rendah dalam beberapa mata pelajaran tertentu, tetapi mampu lulus secara keseluruhan. Anda memahami hal ini. Jadi, Anda harus memeriksa diri sendiri: “Apa yang masih kurang dalam diri saya? Sudahkah saya menjadi sangat manis?” Jelaskanlah kepada semua orang dengan cinta kasih, “Ayah dari kita semua, jiwa-jiwa, adalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi.” Ini tidak ada hubungannya dengan Beliau menjadi manusia. Kita menyebut Beliau, yang tanpa citra jasmani, sebagai Tuhan. Tuhan, Sang Pencipta, hanyalah Yang Esa. Semua yang lain adalah ciptaan. Tidak ada orang yang bisa menerima warisan dari ciptaan; bukan seperti itu hukumnya. Sang Pemberkah Keselamatan bagi semua ciptaan adalah Sang Ayah Yang Esa, Sang Pencipta. Semua sadhu dan orang suci termasuk dalam ciptaan. Semua adalah jiwa. Memang, ada manusia yang baik dan ada yang tidak baik. Mereka memiliki kedudukan tinggi atau rendah. Para saniyasi juga berurutan. Ada yang terus meminta-minta, sedangkan yang lain disembah-sembah orang. Anda anak-anak harus menjadi sedemikian luhur! Jadilah sangat manis. Jangan pernah berbicara dengan nada marah. Semaksimal mungkin, lakukan segala sesuatu dengan cinta kasih. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa anak-anak mereka menimbulkan banyak masalah. Akan tetapi, anak-anak zaman sekarang memang seperti itu. Jelaskanlah kepada mereka dengan cinta kasih. Zamannya memang demikian. Pergaulan orang-orang di luar juga sangat buruk. Sang Ayah yang tak terbatas sekarang berkata, “Anda tidak perlu menyimpan patung dan sebagainya. Anda tidak perlu bekerja keras.” Untuk apa Anda bahkan menyimpan patung Shiva? Beliau adalah Ayah Anda. Apakah anak-anak perlu menyimpan foto ayah mereka di rumah? Sang Ayah bisa hadir kapan pun. Beliau berkata, “Saya hadir sekarang, bukan? Jadi, tidak perlu foto. Saya duduk di sini dan menjelaskan kepada Anda, anak-anak.” Anda berkata, “Kami ingin melihat BapDada.” Sang Ayah tanpa citra jasmani. Beliau tidak kasat mata. Beliau bisa dipahami dengan intelek. Sang Ayah berkata, “Saya memasuki badan orang ini dan memberi Anda pengetahuan. Bagaimana lagi Saya bisa datang?” Bagaimana mungkin Beliau bisa memasuki badan Krishna? Beliau bahkan tidak bisa memasuki badan saniyasi. “Saya memasuki badan dari jiwa yang dahulu nomor satu. Dia sekarang nomor terakhir.” Sekarang, Anda juga harus belajar dan mengklaim nomor satu. Sang Pengajar adalah Yang Esa yang sama, dan Beliau disebut Sang Samudra Pengetahuan. Anda menerima pengetahuan yang sangat bagus. Anda tahu bahwa hunian kedamaian adalah rumah Anda sedangkan daratan kebahagiaan adalah kerajaan Anda. Daratan kesengsaraan adalah wilayah kekuasaan Rahwana. Sang Ayah berkata, “Anak-anak yang termanis, sekarang, ingatlah rumah Anda, hunian kedamaian, dan juga daratan kebahagiaan. Teruslah melupakan ikatan-ikatan dari daratan kesengsaraan.” Tidak ada orang lain yang mampu mengatakan ini, dan tak seorang pun bisa pulang ke rumah. Tidak ada jiwa yang bisa pulang ke rumah di tengah-tengah drama. Orang-orang mengatakan bahwa si ini atau si itu melebur ke dalam cahaya atau sudah pergi melampaui dunia ini, ke hunian nirwana, tetapi sesungguhnya tidak ada jiwa yang benar-benar kembali ke sana. Sang Ayah dan Sang Master Dari Semua Jiwa hanyalah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi (Parampita Paramatma). Beliaulah Sang Kekasih Yang Esa dari semua kekasih. Kekasih-kekasih fisik mengingat satu sama lain, dan sosok satu sama lain teringat dalam intelek masing-masing. Mereka terus mengingat satu sama lain. Bahkan selagi makan, mereka terus mengingat satu sama lain. Mereka adalah pasangan kekasih untuk satu kelahiran. Anda adalah para kekasih dari Sang Kekasih Yang Esa selama kelahiran demi kelahiran. Anda tidak perlu mengingat apa pun yang lain. Cukup ingatlah Sang Ayah Yang Esa. Di antara kekasih dan yang dikasihinya, sosok pasangannya terbayang dalam benak masing-masing. Selagi terus melihat sosok kekasihnya, pekerjaan mereka terhenti. Kemudian, ketika sosok itu menghilang, mereka melanjutkan pekerjaan. Di sini, tidak seperti itu. Jiwa-jiwa adalah titik dan Sang Jiwa Yang Maha Tinggi juga adalah titik. Sadarilah diri Anda sebagai jiwa dan ingatlah Sang Ayah. Ini perlu upaya. Tidak ada orang yang melatih ini. Anda telah menerima pengetahuan tentang jiwa, artinya: Anda, sang jiwa, telah merealisasikan diri Anda. Lalu, ada Sang Jiwa Yang Maha Tinggi; Anda tahu bahwa Baba datang dan duduk di dahi orang ini. Tempat Beliau sudah ditetapkan. Anda tidak bisa tahu dari mana jiwa keluar dari badannya. Tempat utama dari sang jiwa adalah di dahi. Sang Ayah berkata, “Saya adalah titik. Saya datang dan duduk dalam badan orang ini.” Anda bahkan tidak bisa mengetahuinya. Sang Ayah duduk dan berbicara kepada Anda anak-anak. Saya juga mendengarkan apa pun yang diberitahukan Beliau kepada Anda. Penjelasan yang Beliau sampaikan sepenuhnya benar. Mereka yang berasal dari agama devi-devta akan dengan sangat cepat mengerti bahwa kerajaan sedang didirikan. Pertama-tama, ada pendirian, kemudian penghancuran akan terjadi. Tidak ada pendiri agama lain yang melakukan ini. Mereka sekadar mendirikan agama mereka sendiri, dan agama itu kemudian terus berkembang. Di sini, sesuai dengan seberapa besar upaya yang Anda lakukan, Anda akan mengklaim status tinggi di masa depan. Anda sedang menciptakan imbalan Anda untuk 21 kelahiran di masa depan; jadi, Anda harus berupaya sedemikian rupa. Ini sangat mudah. Yoga juga mudah. Dengan beryogalah dosa-dosa Anda bisa terhapus. Sang Ayah berkata, “Saya jamin bahwa Saya pasti datang setiap siklus untuk menyucikan Anda anak-anak.” Di sana, tidak ada seorang pun yang tidak suci. Pengetahuan ini juga sangat sederhana. Anda juga memahami pengetahuan dalam intelek Anda tentang bagaimana Anda mengelilingi siklus 84 kelahiran. Anda harus memiliki keyakinan bahwa Anda telah mengelilingi siklus 84 kelahiran. Ada kemenangan dalam keyakinan. Jangan bertanya-tanya apakah Anda mengalami 84 kelahiran atau kurang. Karena Anda adalah Brahmana, Anda harus memiliki keyakinan bahwa Anda benar-benar telah mengelilingi siklus 84 kelahiran. Penjelasan ini sangat mudah. Anda anak-anak telah diberi tahu bahwa Sang Ayah telah menyuruh orang untuk membuat semua gambar ini melalui penglihatan ilahi. Beliau juga menyuruh untuk mengoreksinya. Pada awalnya, ketika Brahma Baba bersendirian di Benares, dia sering menggambar lingkaran-lingkaran pada dinding. Dia tidak mengerti apa artinya, tetapi dia merasakan kebahagiaan. Ketika dia mengalami penglihatan ilahi, dia merasa bagaikan melayang terbang. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Anda tahu bahwa gambar-gambar yang dahulu dibuat pada permulaan telah diubah dan diperbarui. Gambar-gambar baru sekarang terus dibuat, sama persis seperti dalam siklus sebelumnya. Lihatlah, betapa indahnya gambar tangga! Menjelaskannya sangat mudah. Mereka yang datang belakangan akan menerima penjelasan yang jauh lebih mudah. Anak-anak baru yang datang sekarang bisa memahami semua pengetahuan hanya dalam waktu tujuh hari. Mereka mendahului anak-anak yang lebih tua. Ada beberapa yang mengatakan bahwa tentu lebih baik seandainya mereka datang lebih awal. Jangan mengkhawatirkan hal itu. Seandainya Anda datang lebih awal, kemudian meninggalkan Baba, apa yang akan terjadi? Mereka, yang datang belakangan, menerima singgasana dengan mudah. Mereka, yang datang pada permulaan, sekarang bahkan tidak ada lagi di sini; mereka sudah sepenuhnya habis. Di saat akhir, Anda akan tahu hasilnya, tentang siapa saja yang lulus. Ada anak-anak baru yang sekarang muncul dan dengan cepat menyibukkan diri dalam melakukan pelayanan. Mereka yang sudah lama tidak melakukan pelayanan sebanyak itu. Anak-anak perempuan yang baru datang selalu duduk di singgasana hati Baba karena pelayanan yang mereka lakukan. Ada begitu banyak anak yang lama sudah berakhir riwayatnya. Inilah sebabnya, Baba berkata, “Bahkan beberapa di antara mereka yang dahulu menjadi hiasan terluhur klan Brahmana dan kagum akan pengetahuan ini dan mendengarkannya, telah pergi.” Apa pun yang telah dikenang orang, sekarang sedang terjadi dalam wujud nyata. Achcha.

Kepada anak-anak yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah ditemukan kembali, cinta kasih, salam, dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.

Intisari untuk dharna:
1. Periksalah diri Anda. Selidikilah apakah Anda telah menjadi sangat manis. Apa yang masih kurang dalam diri saya? Sudahkah saya meresapkan semua kebajikan ilahi? Biarlah perilaku Anda menjadi seperti devi-devta. Singkirkanlah makanan dan minuman yang tidak suci.

2. Jangan mendengarkan atau menyampaikan hal-hal yang tak berguna. Jadilah toleran.

Berkah:
Semoga Anda menjadikan kesadaran, sikap mental, dan pandangan Anda alokik serta terbebas dari segala daya tarik.

Dikatakan: "Seperti apa pikiran Anda, seperti itulah dunia Anda." Biarlah setiap pikiran dari jiwa-jiwa istimewa—yang menjadi instrumen untuk memperbarui dunia—menjadi luhur; artinya, biarlah pikiran-pikiran itu bersifat alokik. Ketika kesadaran, sikap mental, dan pandangan Anda menjadi alokik, tidak ada orang atau hal apa pun di dunia ini yang bisa menarik Anda. Jika ada sesuatu yang terbukti menarik Anda, pastilah ada yang kurang dalam spiritualitas Anda. Jiwa-jiwa yang alokik (bersifat spiritual) bebas dari segala daya tarik duniawi.

Slogan:
Leburlah cinta kasih Tuhan dan kekuatan Beliau dalam hati Anda dan mental Anda tidak akan pernah bingung.

Sinyal Avyakt: Akhiri Benih Ketidaksucian dan Jadilah Sepenuhnya Bersih (Suci)

Kebenaran komplet didasari oleh kesucian. Jika tidak ada kesucian, maka tidak mungkin ada kebenaran yang konstan. Sifat buruk nafsu birahi bukanlah satu-satunya bentuk ketidaksucian, karena ia memiliki pendamping-pendamping lain. Jadi, menjadi benar-benar suci berarti tidak ada lagi nama ataupun jejak ketidaksucian.