30.06.26 Morning
Indonesian Murli Om Shanti BapDada Madhuban
Intisari:
Anak-anak
yang manis, serahkanlah diri Anda kepada Sang Ayah pada saat ini, maka Anda akan
terus-menerus bahagia selama 21 kelahiran.
Pertanyaan:
Kebiasaan apa
yang harus diteguhkan oleh Anda, anak-anak yang berpengetahuan, untuk menjadikan
tahapan Anda kokoh?
Jawaban:
Kebiasaan
bangun pagi saat dini hari. Bangun saat dini hari dan mengingat Baba adalah
dharna yang sangat bagus. Tahapan anak-anak yang tidur lebih awal dan bangun
saat dini hari selalu sangat bagus sepanjang hari. Jam tidur anak-anak yang
berpengetahuan seharusnya hanya setengah dari jam tidur orang-orang yang tak
berpengetahuan. Tidurlah pukul 10 malam dan bangunlah pukul 2 dini hari dan
duduklah mengingat Baba.
Lagu:
Hatiku
berterima kasih kepada Yang Esa, yang telah mendukungku!
Om Shanti.
Anda semua,
anak-anak yang duduk secara pribadi di hadapan Baba, paham bahwa Anda adalah
jiwa-jiwa berbadan. Di sini, pasti ada jiwa-jiwa berbadan. Ketika jiwa tidak
memiliki badan, mereka telanjang, yaitu mereka disebut jiwa tanpa badan. Anda
sedang duduk di sini dalam badan. Baik jiwa-jiwa maupun Sang Jiwa Yang Maha
Tinggi tidak bisa berbicara sebelum memasuki badan. Anda, jiwa-jiwa berbadan,
tahu bahwa Anda sedang duduk secara pribadi di hadapan Sang Ayah, sama persis
seperti pada saat Anda duduk di hadapan Beliau 5000 tahun yang lalu. Anak-anak
pasti mengklaim warisan dari ayah mereka. Anda tahu bahwa Anda sedang duduk di
hadapan Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Sang Ayah yang
tak terbatas. Untuk apa Anda duduk di sini? Untuk mengklaim warisan tak terbatas
Anda dari Sang Ayah. Di sekolah, murid-murid mengerti bahwa mereka sedang
mempelajari ilmu teknik atau hukum dari seorang pengajar; mereka memiliki tujuan
dan sasaran. Anda anak-anak mengerti bahwa Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa
Yang Maha Tinggi, sedang duduk dalam badan Brahma dan mengajarkan Raja Yoga
kepada Anda. Tuhan berkata, “Anda anak-anak telah menerima penjelasan bahwa Yang
Esa, yang tanpa citra jasmani, disebut Tuhan.” Jiwa-jiwa berbadan pasti
mengalami kelahiran kembali. Ketika Anda bertanya kepada saniyasi, apakah
manusia mengalami kelahiran kembali, saniyasi itu tidak mungkin menjawab bahwa
mereka tidak dilahirkan kembali. Bagaimana lagi mereka bisa menceritakan tentang
8,4 juta kelahiran? Selain itu, tanyalah juga kepada mereka, apakah mereka
percaya pada kelahiran kembali. Sudah pasti bahwa jiwa meninggalkan badan
lamanya dan mengambil badan yang baru sesuai dengan sanskaranya. Dengan cara ini,
beberapa jiwa manusia mengalami 84 kelahiran; tidak ada 8,4 juta kelahiran.
Kelahiran pertama pasti sangat bagus dan satopradhan, sedangkan kelahiran
terakhir pasti kotor dan tamopradhan. Dari 16 derajat surgawi sempurna,
jiwa-jiwa menjadi 14 derajat surgawi, kemudian 12 derajat; jiwa-jiwa pasti
mengalami kelahiran kembali. Kemudian, tanyalah, “Baiklah, apakah Sang Ayah Yang
Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, mengalami kelahiran kembali, atau
apakah Beliau melampaui kelahiran kembali?” Perhatikan, poin ini sangat halus.
Jika mereka menjawab bahwa Beliau melampaui kelahiran dan kematian, maka hari
kelahiran Shiva tidak bisa dibuktikan. Jadi, Anda harus berkata, “Namun, hari
kelahiran Shiva dirayakan.” Sudah dijelaskan, “Benar, hari kelahiran Shiva
memang dirayakan, tetapi yang Anda sebut sebagai ‘mati’ tidak ada hubungannya
dengan kelahiran Shiva. Seandainya Beliau mengalami kematian, Beliau pasti juga
mengalami kelahiran kembali. Sang Ayah tidak pernah mengalami kelahiran kembali.
Hanya satu kali, Beliau memasuki badan ini – itu saja! Beliau tidak mengalami
kelahiran kembali.” Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi,
tidak mengalami kelahiran kembali. Beliau tidak pernah berubah dari satopradhan
menjadi tamopradhan. Selagi mengelilingi siklus kelahiran dan kematian, semua
jiwa terus menjadi tidak suci, kemudian Sang Ayah datang untuk menyucikan mereka.
Ini membuktikan bahwa jiwa-jiwalah yang menjadi tidak suci. Ketika jiwa datang
dari rumah, dia suci. Kemudian, Maya menjadikannya tidak suci. Sang Ayah tidak
pernah menjadikan Anda tidak suci. Tidak mungkin Sang Ayah bisa memberikan
petunjuk yang kotor kepada anak-anak. Hanya manusia pada saat inilah yang
memberikan petunjuk yang tidak suci. Sang Ayah yang suci berkata, “Jangan
menjadi tidak suci, yaitu jangan menuruti sifat buruk nafsu birahi!” Dunia telah
menjadi daratan penderitaan melalui petunjuk Rahwana. Pada mulanya, dunia adalah
daratan kebahagiaan. Bukan berarti bahwa Sang Ayah memberikan kebahagiaan dan
kesengsaraan. Bukan begitu. Mustahil Sang Ayah memberikan petunjuk yang membuat
Anda anak-anak sengsara. Mayalah yang menjadikan Anda tidak bahagia. Dengan
menaklukkan Maya, Anda menjadi master dunia. Manusia tidak memahami makna dari
Maya. Mereka beranggapan bahwa kekayaan adalah Maya. Mereka berkata, “Orang ini
memiliki intoksikasi Maya.” Akan tetapi, tidak ada intoksikasi Maya. Di sana,
mereka tidak membuat ogoh-ogoh Rahwana dan membakarnya. Orang selalu membuat
ogoh-ogoh musuh. Kerajaan Rahwana dimulai setelah setengah siklus. Ketika timbul
kesombongan badan, semua sifat buruk yang lain mengikutinya. Dalam kitab suci,
dituliskan bahwa devi-devta jatuh ke jalan dosa, yaitu mereka memasuki jalan
dosa. Karena terpengaruh oleh Maya, mereka menjadi tunduk; mereka terus
mengikuti petunjuk orang lain. Anda sekarang sedang mengikuti shrimat. Petunjuk
orang lain berarti petunjuk Maya. Shrimat berarti petunjuk luhur dari Sang Ayah.
Semua petunjuk yang lain adalah petunjuk Rahwana, petunjuk orang lain. Inilah
sebabnya, Sang Ayah telah berkata, “Komunitas iblis tidak bahagia, dalam
belenggu Rahwana.” Manusia beranggapan bahwa durasi zaman emas berlangsung
ratusan ribu tahun. Anda menunjukkan perhitungan akurat selama 5000 tahun. Sudah
2000 tahun berlalu sejak Kristus datang. Sudah 2250 tahun berlalu sejak Buddha
datang, dan sudah 2500 tahun berlalu sejak Islam ada. Mereka semua datang dalam
setengah siklus terakhir. Sebelum itu, ada kerajaan devi-devta. Oleh sebab itu,
bagaimana mungkin dikatakan bahwa devi-devta ada selama ratusan ribu tahun?
Seandainya ada manusia sebanyak itu dahulu, pasti sekarang ada begitu banyak
manusia. Akan tetapi, sekarang tidak ada manusia sebanyak itu. Dalam 5000 tahun,
ada miliaran manusia. Orang mengatakan bahwa 3000 tahun sebelum Kristus datang,
ada agama devi-devta yang asli dan abadi di Bharata. Sandiwara dan 5000 tahun
ini menjelang berakhir. Tak seorang pun mengetahui hal-hal ini. “Tidak ada orang
yang mengenali Saya sebagaimana Saya adanya dan hakikat Saya, maupun bagaimana
siklus ini terus berputar.” Hanya Sang Ayah yang menjelaskan bahwa inilah
episode Gita. Sang Ayah telah datang dan mengajarkan Raja Yoga yang mudah kepada
Anda. Sang Ayah bahkan menjelaskan kepada ibu-ibu tua bahwa ini adalah sesuatu
yang sangat mudah. Ingatlah Sang Ayah dan warisan saja! Ketika seorang bayi
dilahirkan, itu berarti bahwa ahli waris telah lahir. Anda paham bahwa Anda
adalah ahli waris Sang Ayah. Anda telah datang untuk bertemu kembali dengan Sang
Ayah setelah 5000 tahun. Ini adalah hal-hal yang sangat tersamar. Baba bertanya
kepada Anda, “Pernahkah kita bertemu sebelumnya?” Anda menjawab, “Ya, Baba.”
Anda, jiwa-jiwa, menjawab melalui bibir Anda, “Kami bertemu dengan-Mu 5000 tahun
yang lalu. Engkau datang untuk memberikan ajaran ini kepada kami melalui badan
itu.” Anak-anak yang sangat teguh mengerti bahwa mereka sedang duduk di sini
untuk mengklaim warisan tak terbatas mereka dari Sang Ayah. Kita sekarang
menjadi milik Sang Ayah yang tak terbatas melalui Brahma. Sang Ayah bertanya,
“Apakah Anda mengenali Saya? Sayalah Ayah Anda.” Anda menjawab, “Ya, Baba.
Engkaulah Sang Ayah Yang Maha Tinggi, Sang Jiwa Yang Maha Tinggi, Ayah dari kami,
jiwa-jiwa.” Sang Ayah berkata, “Saya dahulu mengirim Anda ke surga dan
memberikan warisan kepada Anda. Maya merampasnya dan sekarang Saya telah datang
untuk memberikannya kembali kepada Anda.” Maya merampas warisan itu dari Anda,
kemudian Sang Ayah membantu Anda untuk menerimanya. Sandiwara ini telah
berlangsung berulang kali dan akan terus berulang; tidak ada akhirnya. Jiwa-jiwa
terus menjadi milik Baba. Ada anak-anak kandung dan ada anak-anak tiri; ada yang
lemah dan ada yang kuat. Sesekali, Maya juga menaklukkan mereka yang kuat.
Anak-anak berkata, “Baba, seumur hidup, kami akan terus mengambil warisan kami
dari-Mu.” Ada beban dosa yang besar di atas kepala Anda. Semakin banyak Anda
mengingat Baba, semakin Anda terus berubah dari jiwa berdosa menjadi jiwa
dermawan dengan api yoga. Api menyucikan segala sesuatu. Api Anda adalah api
yoga. Inilah api persembahan yang tak terbatas. Sang Pengusaha yang tak terbatas
telah menciptakan api persembahan yang tak terbatas ini. Tidak ada api
persembahan lain yang terus berlangsung selama bertahun-tahun. Orang-orang
menciptakan api persembahan yang berlangsung selama tujuh atau delapan hari,
atau satu bulan. Api persembahan Anda ini telah berlanjut selama bertahun-tahun.
Sang Ayah terus memberikan pengetahuan kepada Anda. Beliau berkata, “Jangan lupa!
Ingatlah Saya saja, maka beban dosa yang telah Anda kumpulkan selama kelahiran
demi kelahiran akan terhapus.” Tuhan berkata, “Ingatlah Saya, Ayah Anda!” Beliau
benar-benar telah datang; itulah sebabnya Beliau berkata demikian. Sang Ayah
berkata, “Anda sekarang harus pulang ke rumah.” Pada saat ini, Anda jiwa-jiwa
sangat tidak suci. Anda sekarang tahu bahwa Anda akan terus menjadi suci melalui
yoga. Anda berjanji, “Ketika Engkau datang, saya akan meninggalkan semua yang
lain dan menghubungkan diri kepada Engkau saja. Saya akan menyerahkan diri
kepada-Mu.” Seorang istri menyerahkan diri kepada suaminya dan seorang suami
menyerahkan diri kepada istrinya. Di sini, ini adalah penyerahan diri kepada
Sang Ayah. Ketika pasangan menikah, mereka menyerahkan diri kepada satu sama
lain. Sang Ayah berkata, “Sekarang, jangan menyerahkan diri kepada manusia mana
pun. Anda telah berjanji, ‘Saya akan menyerahkan diri kepada-Mu.’ Ketika Anda
menyerahkan diri kepada Saya, Saya akan menjadikan Anda selalu bahagia selama 21
kelahiran.” Ini adalah warisan yang sangat besar! Jangan lupa bahwa dengan
mengikuti shrimat, Anda menjadi luhur. Selain itu, simpanlah gambar Lakshmi dan
Narayana di rumah Anda. Kita sedang mengklaim warisan ini dari Sang Ayah. Beliau
telah datang dari hunian yang tertinggi. Akan tetapi, Maya, si elang, juga tidak
kurang hebatnya. Ini tidak mengacu kepada semua orang; ini berurutan. Ada
beberapa anak yang sepenuhnya lupa bahwa mereka sedang mengklaim warisan dari
Sang Ayah. Ketika mereka duduk di sini, intoksikasi itu ada. Begitu mereka pergi
dari tempat ini, mereka lupa. Lalu, besok paginya, mereka disegarkan, kemudian
lupa lagi sepanjang hari. Ada beberapa anak yang tinggal di sini empat sampai
lima tahun dan melakukan pelayanan yang sangat baik, tetapi sekarang mereka
tidak lagi ada di sini. Pasti ada ketidakpatuhan tertentu, sehingga Maya
menampar mereka sangat keras; itulah sebabnya, mereka pergi. Baba berkata,
“Mereka yang mendaki naik, mengecap manisnya cinta kasih, sedangkan mereka yang
jatuh, sepenuhnya remuk.” Anda bisa melihat betapa mereka sepenuhnya remuk.
Mereka pasti akan pergi ke surga, tetapi status di sana berurutan. Sekalipun
semua orang di sana selalu bahagia, tetap ada perbedaan dalam status. Semua
murid di sekolah berupaya untuk mengklaim status. Jangan sekadar senang dengan
menjadi rakyat dan berpikir bahwa apa pun yang sudah ditakdirkan dalam
keberuntungan Anda itu baik. Jangan. Itu disebut upaya tamopradhan. Upaya
satopradhan adalah upaya anak-anak yang berjanji untuk mengklaim warisan penuh
mereka dari Sang Ayah. Ini adalah balapan kuda. Tidak semua orang bisa mengklaim
nomor satu. Ini adalah balapan manusia. Jika Anda ingin menjadi bagian dari
kalung bunga di leher Sang Ayah dengan cepat, Anda harus mengingat Beliau.
Segala sesuatu tergantung pada ingatan. Maya menciptakan rintangan sedemikian
rupa sehingga dia sepenuhnya mendiskualifikasi Anda dari balapan. Balapan Anda
adalah balapan manusia. Sang jiwa berkata, “Saya telah menjadi sangat tidak
bahagia. Seiring dengan berulang kali mengambil badan, saya telah menjadi sangat
tertekan.” Sang jiwa berkata, “Saya sekarang ingin pergi kepada Baba.” Baba
telah menunjukkan banyak cara kepada Anda. Anda berkata, “Baba, saya akan terus
mengingat Engkau saja.” Sebanyak apa pun waktu yang bisa Anda luangkan, itu
bagus. Sebagaimana Anda meluangkan delapan jam untuk melayani pemerintah,
demikian juga, teruslah mengingat Baba selama minimal delapan jam. Mengubah
dunia menjadi surga benar-benar merupakan pelayanan besar. Teruslah mengingat
Sang Ayah dan daratan kebahagiaan; itu saja. Jika Anda melakukan pelayanan
selama delapan jam, Anda mengklaim warisan penuh. Dengan terus mengingat Baba
seperti ini, dosa-dosa Anda terhapus. Luangkanlah delapan jam untuk melakukan
pelayanan ini, kemudian Anda bebas selama 16 jam sisanya. Sebanyak mungkin,
ingatlah Baba berulang kali. Anda bisa mengingat Baba selagi duduk di mana pun.
Waktu terbaik adalah di pagi hari. Ada ungkapan dalam bahasa Sindhi, “Tidur awal,
bangun pagi!” Mereka yang melakukan ini sangat bijaksana. Pujian ini adalah
mengenai masa sekarang. Sang Ayah berkata, “Pergilah tidur lebih awal di malam
hari, kemudian bangunlah saat dini hari.” Orang-orang yang tak berpengetahuan
tidur selama delapan jam, sedangkan Anda hanya memerlukan setengah dari waktu
itu untuk tidur. Tidur selama empat sampai lima jam sudah cukup. Anda adalah
karma yogi. Tidurlah pukul 10 malam dan bangunlah pukul 2 dini hari. Dengan
mengingat Shiva Baba, Anda mengakumulasi banyak pendapatan. Anda akan menerima
kesehatan dan kekayaan. Baiklah, jika pukul 2 dini hari terlalu awal, bangunlah
pukul 3 atau 4 pagi. Itu adalah waktu kelas satu. Ada keheningan pada jam-jam
itu; semua orang berada dalam tahapan melampaui badan. Pada waktu itu, ada
keheningan mati yang absolut. Mengingat Baba pada waktu amrit vela sangat
efektif. Biasanya, Brahma Baba tetap terjaga di malam hari. Tidak ada rasa lelah
yang dialami pada saat melakukan pelayanan halus. Terasa ada kebahagiaan dalam
mengakumulasi pendapatan. Anda anak-anak harus bangun saat dini hari dan terus
mengakumulasi pendapatan Anda yang tak termusnahkan. Achcha.
Kepada anak-anak
yang termanis, yang terkasih, yang telah lama hilang dan sekarang telah
ditemukan kembali, cinta kasih, ingatan dan selamat pagi dari Sang Ibu, Sang
Ayah, BapDada. Ayah rohani mengucapkan namaste kepada anak-anak rohani.
Intisari untuk
dharna:
1. Agar bisa
tetap bahagia terus-menerus selama 21 kelahiran, serahkanlah diri Anda
sepenuhnya kepada Sang Ayah Yang Esa. Jadilah luhur dengan mengikuti shrimat.
Berhentilah mengikuti petunjuk diri sendiri atau petunjuk orang lain. Jangan
melanggar perintah.
2. Bangunlah saat
dini hari, duduklah mengingat Baba, dan akumulasikan pendapatan. Anda
benar-benar harus melakukan pelayanan minimal delapan jam untuk mengubah dunia
menjadi surga.
Berkah:
Semoga Anda
menjadi penakluk keterikatan dan mewariskan semua harta Anda serta waktu dan
pikiran Anda.
Sama seperti segala
sesuatu diwariskan kepada anak-anak, demikian pula, ketika Anda menjadikan Sang
Ayah sebagai Ahli Waris dan mewariskan segala sesuatu kepada Beliau, Anda akan
menerima kekuatan tekad. Dengan tekad ini, keterikatan Anda akan berakhir dengan
sendirinya. Sama seperti sakar baba mewariskan dirinya sepenuhnya, demikian
pula, Anda semua harus mewariskan harta kesadaran, waktu, dan pikiran Anda,
yaitu, Anda harus menggunakan segala sesuatu yang Anda miliki untuk pelayanan
sesuai dengan shrimat dan Anda akan menjadi penakluk keterikatan dan bebas dari
ikatan.
Slogan:
Agar bisa
saling mengasihi satu sama lain, tanamkanlah kebajikan ilahi keluwesan dan
toleransi.
Sinyal Avyakt: Agar
Senantiasa Ceria; Milikilah Sifat Santai, Luwes, dan Toleran
Berkah BapDada
adalah: Tetaplah berbahagia dan bagikanlah harta kebahagiaan Anda. Sebarkan
gelombang kebahagiaan kepada semua orang. Biarlah wajah Anda senantiasa memiliki
senyum kebahagiaan. Tetaplah ceria dengan cara ini. Untuk ini, biarlah ada rasa
manis, kepuasan dan kebaruan kesederhanaan dalam kata-kata Anda. Biarlah
perkataan jiwa Brahmana tidak menjadi perkataan biasa. Biarlah ada kebaruan
dalam setiap perbuatan Anda sehingga setiap jiwa merasakan pencapaian darinya.